Senin, 08 September 2008

TEMUAN ILMIAH MODERN: SYUKUR MENAMBAH NIKMAT


Ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih.Bersyukur, selain menyehatkan jiwa-raga, juga mendorong terjalin danterbinanya persahabatan antar manusiaSikap berterima kasih atau bersyukur mendorongterjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia. Inilah kesimpulanS.B. Alqoe dkk. asal University of Virginia, Amerika Serikat (AS).Hasil penelitiannya dimuat di jurnal ilmiah Emotion, edisi Juni 2008dengan judul "Beyond reciprocity: gratitude and relationships ineveryday life" (Lebih dari sekedar hubungan timbal balik: sikapbersyukur dan persahabatan dalam hidup keseharian).


Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukuratau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulanmahasiswa di perguruan tinggi selama acara "pekan pemberian hadiah"dari anggota lama kepada anggota baru. Para anggota baru mencatattanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.Di akhir pekan itu, dan satu bulan kemudian, anggota lama dan anggotabaru menilai keadaan persahabatan dan hubungan di antara mereka.Kesimpulannya, rasa terima kasih atas pemberian hadiah berpeluangmemicu terbentuknya dan terpeliharanya persahabatan di antara mereka.Aneka manfaat syukurSelain jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaatkesehatan jasmani, ruhani dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.


Tidak heran jika "gratitude research" atau "penelitian tentang sikapbersyukur" menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti ilmuwan abadke-21 ini.Profesor psikologi asal University of California, Davis, AS, RobertEmmons, sekaligus pakar terkemuka di bidang penelitian "sikapbersyukur", telah memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatatrasa syukur atas kebaikan yang diterima, orang menjadi lebih teraturberolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit, dan merasasecara keseluruhan hidupnya lebih baik.Dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orangyang mencatat daftar alasan yang membuat mereka berterima kasih jugamerasa bersikap lebih menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat danberpengharapan baik mengenai masa depan mereka.


Di samping itu,keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa kalangan yang bersyukurtersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan ketika bergaul.Tak tersentuh sebelumnyaDulu, sikap bersyukur atau berterima kasih sama sekali tidak terjamahdalam kajian ilmuwan psikologi tatkala profesor Emmons mulaimengkajinya di tahun 1998. Penelitian pertama prof Emmons melibatkan para mahasiswa kuliah psikologi kesehatan di universitasnya.Saat itu sang profesor mewajibkan sebagian dari para mahasiswatersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukursetiap hari.


Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima halyang menjadikan mereka berkeluh kesah. Tiga pekan kemudian, mahasiswayang bersyukur memberitahukan adanya peningkatan dalam hal kesehatanjiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan dibandingkanrekan mereka yang suka menggerutu.Di tahun-tahun berikutnya, profesor Emmons melakukan aneka penelitianyang melibatkan beragam kondisi manusia, termasuk pasien penerimaorgan cangkok, orang dewasa yang menderita penyakit otot-saraf danmurid kelas lima SD yang sehat.


Di semua kelompok manusia ini, hasilnya sama: orang yang memiliki catatan harian tentang ungkapanrasa syukurnya mengalami perbaikan kualitas hidupnya.Dampak latihan bersyukurMelalui latihan, perasaan bersyukur dapat dibiasakan dalam diriseseorang. Pelatihan sengaja untuk menanamkan rasa syukur ini ternyatamembawa dampak positif dalam beragam sisi kehidupan.


Dalam penelitian menggunakan metoda membandingkan, ditemukan bahwamereka yang menuliskan rasa syukurnya setiap pekan mendapatkan manfaatjasmani-ruhani yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasamencatat peristiwa menjengkelkan dan kejadian yang biasa-biasa saja.Di antara manfaat ini adalah olah raga yang lebih teratur, lebihsedikit mengeluhkan gejala penyakit badan, merasa hidupnya secarakeseluruhan lebih baik, dan berpengharapan lebih baik di minggu mendatang.Manfaat lain sikap berterima kasih tampak pada keberhasilan dalammewujudkan cita-cita.


Dibandingkan dengan orang-orang yang bersikapsebaliknya, mereka yang senantiasa memiliki daftar ungkapan rasasyukur lebih cenderung mengalami kemajuan dalam pencapaian cita-citamereka. Cita-cita ini dapat berupa prestasi akademis, hubunganantar-sesama dan kondisi kesehatan.Penelitian lain dilakukan dengan melatih pembiasaan sikap bersyukursetiap hari pada diri sendiri. Kondisi positif seperti: waspada,bersemangat, tabah, penuh perhatian, dan daya hidup pada orang mudadewasa meningkat akibat pembiasaan sikap bersyukur.


Perbaikan kondisi sebaik ini tidak dijumpai pada orang yang dilatih bersikap menggerutuatau pada orang yang menganggap dirinya lebih sejahtera dibandingorang lain.Selain itu, mereka yang memiliki rasa syukur setiap hari lebihmemiliki jiwa sosial yang lebih baik dibandingkan mereka yang sukaberkeluh kesah dan suka menganggap orang lain kurang beruntung.Golongan yang pertama tersebut cenderung menolong seseorang yangmemiliki masalah pribadi, atau telah membantu dukungan semangat kepadaorang lain.Pasien pun tak luput dari penelitian seputar sikap bersyukur ini.


Dengan melibatkan sejumlah orang dewasa pengidap penyakit otot-saraf,pelatihan membiasakan sikap bersyukur berdampak baik pada pasientersebut. Di antaranya adalah kualitas dan lama tidur yang lebih baik,lebih optimis dalam menilai kehidupan, lebih eratnya perasaanpersahabatan dengan orang lain, serta suasana hati tenteram yang lebihsering dibandingkan dengan mereka yang tidak dilatih bersikap syukur.Ketika syukur menjadi kebiasaanInsan yang bersyukur menyatakan diri mereka merasakan tingginyaperasaan positif, kepuasan hidup, semangat hidup, dan pengharapan baikdi masa depan.


Mereka juga mengalami kemurungan dan tekanan batindengan kadar rendah.Kalangan yang memiliki kebiasaan kuat dalam bersyukur atau berterimakasih memiliki kemampuan menyelami jiwa orang lain dan mengambil sudutpandang orang lain. Mereka ditengarai lebih dermawan dan lebih ringantangan oleh orang-orang di jalinan persahabatan mereka.Terdapat pula kaitan antara kerohanian seseorang dengan sikapbersyukur. Kecenderungan bersyukur lebih banyak dilakukan mereka yangsecara teratur menghadiri acara keagamaan dan terlibat dalam kegiatankeagamaan seperti berdoa atau sembahyang dengan membaca bacaanrelijius berkali-kali. Kaum yang bersyukur lebih cenderung mengakuikeyakinan akan keterkaitan seluruh kehidupan, serta rasa ikatan dantanggung jawab terhadap orang lain.Pribadi-pribadi yang bersyukur dilaporkan memiliki sifat materialistisyang rendah.


Mereka tidak begitu menaruh perhatian penting padahal-hal yang bersifat materi. Mereka cenderung tidak menilaikeberhasilan atau keberuntungan diri mereka sendiri dan orang laindari jumlah harta benda yang mereka kumpulkan.Dibandingkan dengan kaum yang kurang berterima kasih, kalangan yangbersyukur cenderung bukan berwatak pendengki terhadap kaum kaya, danbersikap mudah memberikan apa yang mereka punya kepada orang lain.Nikmat bertambahProfesor Emmons menuangkan hasil-hasil temuan ilmiahnya itu dalam bukuterkenalnya "Thanks! How the New Science of Gratitude Can Make YouHappier" (Terima kasih! Bagaimana Ilmu Baru tentang Bersyukur DapatMenjadikan Anda Lebih Bahagia) yang terbit tahun lalu.


Buku ini memaparkan pula 10 kiat untuk menanamkan rasa syukur sepanjang tahundemi mendapatkan nikmat karunia yang bermanfaat dalam kehidupan.Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan risalah ilahiah bahwasyukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebab,syukur memicu bertambah nikmat hidup seseorang:Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamubersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jikakamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (AlQuran, Ibrahim, 14:7).

1 komentar:

Kebohongan Teori Evolusi, Fakta Penciptaan mengatakan...

Ass wr wb,

sekedar menambahkan, artikel tsb berasal dari www.hidayatullah.com , ini tepatnya:

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7489:temuan-ilmiah-modern-syukur-menambah-nikmat-&catid=103:iptek&Itemid=56