Bagi kebanyakan orang Sampali tidak begitu dikenal. Sampali adalah salah satu sudut pemukiman yang dulunya adalah kawasan perkebunan tembakau PTP-IX. Sampali yang saya kenal beberapa tahun lalun pun berbeda dengan Sampali yang saya lihat, Jumat sore (12/9) kemarin. Kini adalah Sampali yang memiliki prospek dan semangat untuk bangkit.
Sore itu, Sampali basah. Hujan mengguyur begitu lebat. Di depan kantor Kepala Desa Sampai, kecamatan percut Sei Tuan, Deli Serdang, sekitar 12 km dari Medan, banyak warga yang hadir.
Acaranya adalah : Telkom Peduli. Kampung Sampali, beberapa waktu lalu dilaunching menjadi Kampung Digital (KD). Dan ini adalah Kampung Digital yang ke-enam di Sumatra ( tiga di Sumatera Utara, KD Terang Bulan – Diski, Deli Serdang, KD Sumberbaya – Binjai dan KD Sampali) tiga lainnya ada di Aceh, Sumbar dan Sumatra Selatan.
Telkom Peduli adalah kemasan dari program CSR -- Corporate Sosial Responsibility) Telkom untuk peduli kepada warga masyarakat. Termasuklah, bagaimana Telkom ingin mengembangkan sebuah kawasan yang sebelumnya tidak begitu tersentuh, khususnya perkembangan ICT – Information and Communication Technology – menjadi sebuah kawasan yang memiliki infrastruktur ICT. Maka Sampali pun digarap dengan memperkenalkan infrastruktur ICT. Speedy, layanan broadband access pun masuk ke Sampali. Kampung ini pun kemudian memiliki website ( http://sampai.kampungdigital.com). Seperti kampung digital lainnya, Sampali pun sontak populer. Website KD Sampai pun mendapatkan akses yang tidak sedikit.
Masyarakat Sampali pun berbenah. Yang digital bukan saja infrastrukturnya tapi juga adalah sumber daya manusianya. Maka masyarakat di sana pun menyongsong perubahan yang terjadi dengan semangat : SAMPALI BANGKIT. Generasi muda pun kemudian bergilir mengikuti pelatihan internet, kemudian pelatihan merakit komputer bahkan 10 generasi mudanya mengikuti pelatihan Jurnalistik Anak Kampung Digital. Mereka berharap website yang mereka miliki dapat dikelola dengan baik. Untuk itu, pengelola website http://sampai.kampungdigital.com mengeluarkan Kartu Pers untuk wartawan digital yang beroperasi di kampung itu.
Perubahan KD Sampali pun merambat ke sektor perekonomian. Usaha masyarakat pun dikembangkan. Industri pupuk organik pun dikemas dalam bentuk pupuk padat dan pupuk cair. Kemasarannya kemudian ditampilkan di website mereka. Kemarin, ibu-ibu Sampali Bangkit bahkan melaunching satu kemasan makanan yang resepnya mereka dapatkan dari internet.
SUMATRA PULAU DIGITAL
Pengembangan KD Sampali, juga kampung wisata digital, pustaka digital, masjid digital, sekolah digital, dlsb) merupakan program Telkom Sumatra untuk menjadikan pulau Sumatra sebagai Pulau Digital di Indonesia. Membangun Sumatra Pulau Digital dilakukan seiring dengan kebangkitan ICT Sumatra. Diharapkan dengan konsep Sumatra Pulau dua masalah serius yakni kemiskinan dan kebodohan dapat diatasi. Kemiskinan, membuat banyak orang menjadi bodoh. Dan kebodohan membuat orang jadi miskin. Pengembangan infrastruktur ICT di seluruh Sumatra diharapkan dapat segera mendorong ‘pemintaan’ penduduk di kawasan ini.
Pegelaran layanan broadband mulai dari Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam) sampai ke Bakehuni (Lampung) diharapkan dapat mengatasi kesenjanganh digital yang masih demikian tinggi. Selain Speedy, juga digelar layanan 1000 Hotspot diberbagai titik potensil guna memudahkan masyarakat mengakses informasi secara cepat. Layanan Hotspo ada yang diberikan berbayar tapi juga banyak yang diberikan gratis. Pelajar serta komunitas lain pun didorong untuk paham internet. Dengan target 1 juta pelajar paham dan mengerti internet diharapkan dapat mendorong proses belajar yang lebih baik.
Tidak itu saja, Telkom kemudian juga membangun Speedy Learning Center (SLC) di seluruh ibukota provinsi dan selanjutnya di 23 kota/kabupaten. Ke depan diharapkan semua ibukota kabupaten/kota memiliki SLC ini. SLC adalah pusat pelatihan/belajar internet yang diberikan secara gratis. Dalam waktu tidak lama lagi, diharapkan akan terjadi berbagai perubahan dimana pengguna digital akan semakin banyak jumlahnya.
KAMPUNG DIGITAL
Kampung Digital adalah satu kawasan pemukiman yang memiliki spesifikasi dan potensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kawasan digital. Dengan dibangunnya kampung digital maka kawasan itu akan memiliki sumber informasi berupa website atau blog site. Website atau Blogsite bisa berupa informasi aktifitas kampung, potensi, kependudukan, keunikan kampung,m sentra ekonomi dlsb.
Dengan adanya Kampung Digital akan berlangsung proses transfer knowledge tentang pemahaman internet. Transformasi itu dilakukan oleh incubactor ICT yang ada di kampung itu. Karang Taruna atau LSM kepemudaan yang ada diharapkan akan menjadi potensi daya dorong perubahan itu. Kampung Digital diharapkan mampu memberdayakan masyarakatn dengan kemudahan akses terhadap informasi seperti informasi pasar, pertanian, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
KD Sampali yang berada ditengah kawasan perkebunan tembakau dan tebu itu saat ini memiliki penduduk sebanyak 4.281 KK atau 18.043 Jiwa ( 9.028 laki-laki dan 9.015 perempuan). Desa Sampali memiliki ciri kegotongroyongan yang sangat kuat. Desa ini juga memiliki pusat kegiatan belajar masyarakat yang mereka beri nama “Generasi Amanah” Desa Sampali memiliki potensi ekonomi yang peternakan sapi, kambing, ayam. Itik. Populasi sapi yang cukup besar menjadikan potensi ini berkembang hingga ke industri pupuk organik.
KD Sampali kini telah melakukan lompatan yang jaug dibanding desa yang sama di Kebaupaten Deli Serdang. Pupolaritasnya tidak hanya sebatas Sumatra Utara tapi KD Sampali sudah menerobos sekat lokal bahkan ke dunia mahya, dengan website yang mereka miliki.
Sore itu, Sampali basah. Hujan mengguyur begitu lebat. Di depan kantor Kepala Desa Sampai, kecamatan percut Sei Tuan, Deli Serdang, sekitar 12 km dari Medan, banyak warga yang hadir.
Acaranya adalah : Telkom Peduli. Kampung Sampali, beberapa waktu lalu dilaunching menjadi Kampung Digital (KD). Dan ini adalah Kampung Digital yang ke-enam di Sumatra ( tiga di Sumatera Utara, KD Terang Bulan – Diski, Deli Serdang, KD Sumberbaya – Binjai dan KD Sampali) tiga lainnya ada di Aceh, Sumbar dan Sumatra Selatan.
Telkom Peduli adalah kemasan dari program CSR -- Corporate Sosial Responsibility) Telkom untuk peduli kepada warga masyarakat. Termasuklah, bagaimana Telkom ingin mengembangkan sebuah kawasan yang sebelumnya tidak begitu tersentuh, khususnya perkembangan ICT – Information and Communication Technology – menjadi sebuah kawasan yang memiliki infrastruktur ICT. Maka Sampali pun digarap dengan memperkenalkan infrastruktur ICT. Speedy, layanan broadband access pun masuk ke Sampali. Kampung ini pun kemudian memiliki website ( http://sampai.kampungdigital.com). Seperti kampung digital lainnya, Sampali pun sontak populer. Website KD Sampai pun mendapatkan akses yang tidak sedikit.
Masyarakat Sampali pun berbenah. Yang digital bukan saja infrastrukturnya tapi juga adalah sumber daya manusianya. Maka masyarakat di sana pun menyongsong perubahan yang terjadi dengan semangat : SAMPALI BANGKIT. Generasi muda pun kemudian bergilir mengikuti pelatihan internet, kemudian pelatihan merakit komputer bahkan 10 generasi mudanya mengikuti pelatihan Jurnalistik Anak Kampung Digital. Mereka berharap website yang mereka miliki dapat dikelola dengan baik. Untuk itu, pengelola website http://sampai.kampungdigital.com mengeluarkan Kartu Pers untuk wartawan digital yang beroperasi di kampung itu.
Perubahan KD Sampali pun merambat ke sektor perekonomian. Usaha masyarakat pun dikembangkan. Industri pupuk organik pun dikemas dalam bentuk pupuk padat dan pupuk cair. Kemasarannya kemudian ditampilkan di website mereka. Kemarin, ibu-ibu Sampali Bangkit bahkan melaunching satu kemasan makanan yang resepnya mereka dapatkan dari internet.
SUMATRA PULAU DIGITAL
Pengembangan KD Sampali, juga kampung wisata digital, pustaka digital, masjid digital, sekolah digital, dlsb) merupakan program Telkom Sumatra untuk menjadikan pulau Sumatra sebagai Pulau Digital di Indonesia. Membangun Sumatra Pulau Digital dilakukan seiring dengan kebangkitan ICT Sumatra. Diharapkan dengan konsep Sumatra Pulau dua masalah serius yakni kemiskinan dan kebodohan dapat diatasi. Kemiskinan, membuat banyak orang menjadi bodoh. Dan kebodohan membuat orang jadi miskin. Pengembangan infrastruktur ICT di seluruh Sumatra diharapkan dapat segera mendorong ‘pemintaan’ penduduk di kawasan ini.
Pegelaran layanan broadband mulai dari Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam) sampai ke Bakehuni (Lampung) diharapkan dapat mengatasi kesenjanganh digital yang masih demikian tinggi. Selain Speedy, juga digelar layanan 1000 Hotspot diberbagai titik potensil guna memudahkan masyarakat mengakses informasi secara cepat. Layanan Hotspo ada yang diberikan berbayar tapi juga banyak yang diberikan gratis. Pelajar serta komunitas lain pun didorong untuk paham internet. Dengan target 1 juta pelajar paham dan mengerti internet diharapkan dapat mendorong proses belajar yang lebih baik.
Tidak itu saja, Telkom kemudian juga membangun Speedy Learning Center (SLC) di seluruh ibukota provinsi dan selanjutnya di 23 kota/kabupaten. Ke depan diharapkan semua ibukota kabupaten/kota memiliki SLC ini. SLC adalah pusat pelatihan/belajar internet yang diberikan secara gratis. Dalam waktu tidak lama lagi, diharapkan akan terjadi berbagai perubahan dimana pengguna digital akan semakin banyak jumlahnya.
KAMPUNG DIGITAL
Kampung Digital adalah satu kawasan pemukiman yang memiliki spesifikasi dan potensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kawasan digital. Dengan dibangunnya kampung digital maka kawasan itu akan memiliki sumber informasi berupa website atau blog site. Website atau Blogsite bisa berupa informasi aktifitas kampung, potensi, kependudukan, keunikan kampung,m sentra ekonomi dlsb.
Dengan adanya Kampung Digital akan berlangsung proses transfer knowledge tentang pemahaman internet. Transformasi itu dilakukan oleh incubactor ICT yang ada di kampung itu. Karang Taruna atau LSM kepemudaan yang ada diharapkan akan menjadi potensi daya dorong perubahan itu. Kampung Digital diharapkan mampu memberdayakan masyarakatn dengan kemudahan akses terhadap informasi seperti informasi pasar, pertanian, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
KD Sampali yang berada ditengah kawasan perkebunan tembakau dan tebu itu saat ini memiliki penduduk sebanyak 4.281 KK atau 18.043 Jiwa ( 9.028 laki-laki dan 9.015 perempuan). Desa Sampali memiliki ciri kegotongroyongan yang sangat kuat. Desa ini juga memiliki pusat kegiatan belajar masyarakat yang mereka beri nama “Generasi Amanah” Desa Sampali memiliki potensi ekonomi yang peternakan sapi, kambing, ayam. Itik. Populasi sapi yang cukup besar menjadikan potensi ini berkembang hingga ke industri pupuk organik.
KD Sampali kini telah melakukan lompatan yang jaug dibanding desa yang sama di Kebaupaten Deli Serdang. Pupolaritasnya tidak hanya sebatas Sumatra Utara tapi KD Sampali sudah menerobos sekat lokal bahkan ke dunia mahya, dengan website yang mereka miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar