Telkom Divisi Regional I Sumatra mencanangkan Pulau Sumatra Pulau Digital sebagai salah satu program strategis perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional Sumatra. Untuk mengetahui sejauh mana program tersebut, Bisnis mewawancarai Executive General Manager (EGM) Telkom Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin, berikut petikannya: Apa yang melatarbelakangi Pulau Sumatra Pulau Digital menjadi program strategis Telkom Divre I Sumatra?
Kami melihat Pulau Sumatra ini adalah pulau masa depan perekonomian Indonesia. Pulau ini selain kaya dengan sumber daya alam terutama komoditas perkebunan crude palm oil, karet, juga kaya dengan sumber tambang seperti minyak bumi dan gas, batu bara serta komoditi tambang lainnya.
Namun, sayangnya peranan faktor Information&Communication Technology (ICT) terutama layanan Internet, belum begitu maksimal memberikan daya dorong yang kuat bagi penguatan ekonomi regional. Padahal berdasarkan survei International Telecommunication Union (ITU), setiap peningkatan layanan telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sebesar 3%.
Faktanya di Sumatra saat ini, dari total penduduk Sumatra sekitar 48 juta jiwa sesuai dengan data BPS, baru sekitar 10,4% atau 5 juta jiwa merupakan pengguna Internet potensial.
Sejauh mana upaya konkret meningkatkan penetrasi pengguna Internet itu?
Mengingat cukup besarnya populasi penduduk Sumatra dan karakteristik geografisnya yang sulit, pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan komunitas digital di antaranya pustaka digital, kampung wisata digital, kampung digital, usaha kecil & menengah digital, law community digital, sekolah digital, TNI digital.
Hal serupa akan kami lakukan ke daerah-daerah terpencil sehingga tidak ada daerah di Sumatra yang tidak tersentuh layanan komunikasi Internet.
Dari sisi penyediaan infrastruktur, kami sedang giat membangun infrastruktur layanan speedy, internet broadband access baik menggunakan kabel, teknologi akses satelit VSAT IP, termasuk TelkomHotspot di seluruh wilayah Sumatra di mana hingga sekarang ini sudah terbangun 1.020 titik dari target pada 2008 ini sebanyak 5.000 titik.
Hingga kini, dari jumlah seluruh sentral telepon otomat (STO) Sumatra sebanyak 347 STO, sebanyak 90%-nya sudah terlayani Speedy, yang berarti di sekitar 120 kabupaten dan kota se-Sumatra sudah dapat menikmati layanan Internet. Sementara sisanya 20 kabupaten/kota, kami targetkan sudah bisa terjangkau pada akhir 2008 ini.
Seberapa besar investasi yang digelontorkan untuk menyukseskan program ini?
Mohon maaf saya tidak dapat menjelaskan lebih rinci. Tetapi terus terang saja, sebenarnya dari sisi bisnis, apa yang kami lakukan ini belum mencapai skala ekonomi. Namun karena semangat utamanya adalah menjaga keutuhan wilayah dan ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah, kami tetap bersemangat melakukannya.
Bagaimana pengamatan Anda terkait penerapan ICT di pemerintahan daerah di Sumatra?
Secara perlahan, kesadaran penerapan ICT ini di sektor pemerintahan daerah, sudah mulai terbangun meskipun masih belum begitu menggembirakan. Ada beberapa daerah di Sumatra, seperti di Kabupaten Tapanuli Selatan, sudah mulai menerapkan ICT di dalam sistem birokrasi terutama terkait dengan sistem pelayanan satu atap (BI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar