Senin, 08 September 2008

BANGUN KEMBALI KEJAYAAN JAWARA ACCESS


Senin sore (8/9) adalah hari spesal bagi komunitas JAWARA Medan. EGM Telkom Divisi Regional I Sumatra Muhammad Awaluddin bersama SM ANPP Bambang Didik dan beberapa manager dilingkungan ANPP. Kunjungan spesial ini adalah untuk melakukan dialog dan berbuka puasa dengan ’pasukan’ Jawara Medan. Yel-yel memberi semangat pun diteriakkan. Yel : ACCESS disambut dengan BROADBAND ( 2 kali ) terakhir Yel Access disahut dengan Real Broadband. Hadir pada acara itu GM dan DGM Medan, R. Umam Aly dan Rifnaldi serta dua Manager ‘Jawara’ Bedja Purnama (Mgr ANEM) dan Biadi (Mgr ANOP).

Masa depan Telkom ada dibroadband. Jawara adalah orang-orang yang akan memainkan perann strategis dalam mengelola layanan broadband ini. Dengan jaringan yang ready to broadband maka konsep TIMES (Telecomunication, Information, Multimedia, entertainment & Segment Based Services) akan dapat segera diwujudkan.

EGM Divre I Sumatra secara jelas mengatakan, ia merindukan Jawara yang handal. Jawara yang bergerak, dinamis, tak mau diam – Jawa on the Move – begitu Muhammad Awaluddin menyebutnya. Moving atau gerakan yang dilakukan Jawara diharapkan akan mampu melahirkan energi, panas dan itu akan menjadi sebuah kekuatan besar perusahaan ini. Muhammad Awaluddin yang pernah menjadi komunitas Jawara, pada awal tugasnya di Jaswa Timur, menyebutkan kerinduannya Jawara yang back to basic – kembali pada spesialisnya – dalam menangani jaringan. Mari kita munculkan kembali kebanggan menjadi orang akses, himbau Awal.

Memberikan ilustrasinya, EGM menyebutkan, saat ini (barangkali) Jawara sudah punya kesibukan lain selain mengelola jaringan, seperti sibuk dengan urusan jualan sementara tugas-tugas dasar sebagai Jawara nyaris terabaikan. Awal mengatakan, saat ini ia jarang melihat jarangan di lapangan melakukan pembenahan jaringan, pengecatan tiang dlsb yang seharusnya adalah tugas sehar-hari Jawara.

Untuk itulah, EGM Telkom Sumatra itu mengundang Jawara untuk melakukan kegiatan back to basic. Ada dua aspek penting dalam program back to basic ini, yakni (1) pemeliharaan preventif, (2) estetika & performance access. Dari dua aspek ini, akan dilakukan 4 kegiatan aksi, yakni : (1) Pengecetan dan pembersihan tiang telepon, (2) Regal KU dan DW, (3) Perapian Kotak DP dan RK, (4) Perbaikan Grounding DP dan RK. Untuk program ini Divisi Regional I sudah menyediakan anggaran sebanyak Rp 1 M.

EGM akan melakukan sosialisasi dan kampanye back to basic ini ke seluruh Jawara di 8 Kandatel di Sumatra. Pihak manajemen Divre I untuk pembenahan ini akan melakukan memperlombakannhya. Tim terbaik, tentu saja akan mendapatkan apresiasi dari EGM.

TERGERUS

Kepada ’pasukan’ Jawara Medan, EGM Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin memaparkan kondisi perusahaan sampai posisi Julin 2008 dimana revenue dari wireline mengalami penurunan yang cukup tajam bila dibandingkan dengan revenue wireline pada posisi Juli 2007. Revenue yang wireline yang tergerus mencapai Rp 200 M. Ini adalah penurunan yang cukup tajam. Kata Awal, memang sampai saat ini wireline masih mengkontribusi revenue sekitar 71 % (masih cukup besar memang tapi kecenderungan menurun terus terjadi). Sedangkan wireless mengkontribusi 21 % dan sisanya Speedy Broadband sebesar 8 %.

FORUM KOMUNIKASI

Guna membangun kembali kebanggaan para Jawara, EGM Telkom Sumatra meminta kepada komunitas Jawara Medan untuk segera membentuk Forum Komunikasi Jawara Akses. Forum ini diharapkan akan menjadi forum yang dinamis serta berperan dalam mengevaluasi dan memberikan rekomendasi dan saran-saran terbaiknya kepada manajemen dalam meningkatkan kualitas layanan broadband access. Kata Awal diharapkan forum ini dapat melakukan pertemuan periodik antar Jawara se-Sumatra.

Tidak ada komentar: