
Sabtu pagi (23/8) aku dan dua temanku : YS RAT, Wartawan Harian Medan Bisnis serta Haris Wijaya, Dosen pada FISI USU Jurusan Komunikasi hadir di Speedy Learning Center, Jln Mongonsidi 6 Medan. Selain kami, tampak sekitar 30 anak komunikasi Kampung Digital di Medan. Ada tiga komunitas Kampung Digital saat ini di Area Layanan Kandatel Medan, yakni KD (Kampung Digital) Terang Bulan, DP Sampali dan KD Sumber Karya.
Anak-anak KD itu berkumpul untuk mengikuti pelatihan Jurnalistik “Anak” Kampung Digital. Aku, YS Rat dan Haris Wijaya menjadi narasumber. Aku mengisi materi straight news (berita langsung), YS Rat mengisi materi penulisan Feature dan Haris Widjaya mengisi Foto Jurnalistik.
Diharapkan dengan pelatihan ini anak-anak KD memiliki kompetensi dalam melakukan liputan dan menuliskannya layaknya seorang wartawan. Bagaimana kerja seorang wartawan, itulah yang kami coba sampaikan agar mereka mampu melakukan liputan dan penulisan dengan baik. Sayang memang, bila KD sudah memiliki website, tapi mereka tidak memiliki penulis-penulis yang baik.
Aku berharap dari 30 anak KD itu, akan muncul satu atau dua orang penulis yang baik sehingga website KID akan menjadi lebih meriah. Orang akan semakin banyak
’masuk’ ke website ini. Percuma kalau website KD hanya diisi tulisan apa adanya padahal mereka punya potensi.
Usai pelatihan, tentu saja aku masih punya tanggungjawab moral, yakni memelihara semangat mereka untuk meniulis secara konsisten. Ya, doa ku untuk anak-anak KD menjadi lebih maju. Bravo !
Anak-anak KD itu berkumpul untuk mengikuti pelatihan Jurnalistik “Anak” Kampung Digital. Aku, YS Rat dan Haris Wijaya menjadi narasumber. Aku mengisi materi straight news (berita langsung), YS Rat mengisi materi penulisan Feature dan Haris Widjaya mengisi Foto Jurnalistik.
Diharapkan dengan pelatihan ini anak-anak KD memiliki kompetensi dalam melakukan liputan dan menuliskannya layaknya seorang wartawan. Bagaimana kerja seorang wartawan, itulah yang kami coba sampaikan agar mereka mampu melakukan liputan dan penulisan dengan baik. Sayang memang, bila KD sudah memiliki website, tapi mereka tidak memiliki penulis-penulis yang baik.
Aku berharap dari 30 anak KD itu, akan muncul satu atau dua orang penulis yang baik sehingga website KID akan menjadi lebih meriah. Orang akan semakin banyak
’masuk’ ke website ini. Percuma kalau website KD hanya diisi tulisan apa adanya padahal mereka punya potensi.
Usai pelatihan, tentu saja aku masih punya tanggungjawab moral, yakni memelihara semangat mereka untuk meniulis secara konsisten. Ya, doa ku untuk anak-anak KD menjadi lebih maju. Bravo !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar