Negeri ini dibanggakan sebagai Negeri Muslim Terbesar di dunia. Klaim atau julukan sangat membanggakan itu menjadi kontras dan diagonal, jika dilekatkan pula fakta lain: Indonesia Negeri Klenik Terbesar di Dunia. Peninggalan dan tradisi Hindu yang seharusnya sudah terhapus lebih lima Abad silam bersamaan kedatangan Islam di Nisantara, tapi hingga kini fenomena klenik, mistik justru merajalela di Indonesia.
Duduk dan amati saja tayangan TV-TV swasta yang kini ber-jumlah belasan stasiun bahkan puluhan stasiun ditambah stasiun TV daerah. Tak lebih satu jam seseorang memindah-mindah chanel TV tadi betapa sangat dominannya warna mistik, klenik dalam berbagai mata acaranya. Semua stasiun --untuk mengejar rating-- bagai berlomba menampilkan sinetron tema mistik dan hantu. Malah ada stasiun TV: Indosiar bagai menetapkan sebagai TV yang lebih 50 persen tayangannya di dominasi cerita laga, silat, misteri yang terus-menerus mengeksploitasi fantasi mistik.
Belum cukup “guyuran” klenik dan mistik tadi, semua stasiun TV masih menayangkan berbagai iklan para dukun yang kini makin getol jualan bisnis SMS Klenik. Para dukun menjanjikan ramalan, primbon, juga enteng jodoh. Padahal pengirim SMS dipastikan akan disedot pulsanya habis-habisan melalui bisnis SMS ini.
Bahkan semua stasiun TV bagian pemberitaan pun ikut latah dan keran-jingan reportase klenik. Tiap kali muncul event berbau mistik, niscaya diberi tem-pat dan durasi yang sangat istimewa. Misalnya event Satu Suro di Jawa Tengah akan mendapat tempat sebagai headline atau berita utama.
Acara Larung sesajian ke tengah laut akan diliput besar-besaran, apalagi acara Ritual Kirab Kyai Slamet (Kerbau Bule milik Keraton Surakarta) mengelilingi Kota Solo akan diliput dengan siaran langsung.
Pemandangan kemusyrikan pun men-jadi tontonan yang menular. Peman-dangan naif pun ter-pampang. Penduduk kota Solo “Tumplek-Bleg” keluar rumah di tengah malam mengelu-elukan kerbau-kerbau yang berlarian di jalan-jalan kota Solo. Walhasil, bisa muncul kesimpulan dengan menonton TV-TV di Indonesia ini, bangsa Indonesia adalah penganut klenik, mistik paling getol bagai bangsa ini bangsa primitif yang hidup pada abad per-tengahan yang silam. Bahkan jika orang menyimpulkan sejatinya watak bangsa ini belum beranjak dari watak primitif, tuduhan seperti ini sulit untuk dielakkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar