Jumat, 17 Oktober 2008

FENOMENA LASKAR PELANGI

Film Laskar Pelangi yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata, seorang pegawai Telkom, menjadi fenomena dalam industri film di Indonesia. Film yang berkisah tentang semangat masyarakat marjinal secara ekonomi dalam meraih pendidikan itu memecahkan rekor banyaknya penonton film di Indonesia. Dalam dua minggu sejak diluncurkan 25 September 2008 lalu, film ini sudah ditonton 2,5 juta orang.

“Sejak saya membaca skenarionya, saya sudah yakin, film ini akan disambut baik masyarakat. Apalagi novel Laskar Pelangi penjualannya juga masih terus meningkat. Data terakhir, novel itu telah terjual sebanyak 7 juta eksemplar. Itu angka dari penerbit resmi, tidak tahu berapa jika ditambah yang bajakan,” ujar Andrea.

Tidak sedikit tokoh masyarakat yang menyempatkan diri menonton film yang digarap Miles Film dengan sutradara Riri Riza ini. Beberapa waktu lalu, Gubernur DI Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X, dan bahkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, mengadakan kegiatan nonton bareng film tersebut. Yang membahagiakan bagi Andrea, kegiatan nonton bareng tersebut melibatkan anak-anak dari kaum marjinal.

“Sekarang ini, film Laskar Pelangi hanya diputar di gedung-gedung bioskop yang ada di mal-mal mewah. Tempat seperti itu tidak terjangkau oleh kaum marjinal. Padahal, film ini mencoba menyebarkan semangat kepada kaum marjinal untuk memperbaiki hidupnya ke arah yang lebih baik,” ujar Andrea.

Cukup disayangkan bila film sebagus itu hanya bisa ditonton oleh mereka yang mampu membeli tiket. Untuk itu, Andrea berharap agar ada pihak-pihak yang bersedia memfasilitasi para kaum marjinal itu menonton film Laskar Pelangi secara gratis. Acara nonton bareng mungkin bisa dikemas untuk para pengamen cilik, anak-anak panti asuhan, pemulung, dan para kaum marjinal lainnya. “Mungkin cara seperti itu akan lebih memberi manfaat bagi film itu sendiri,” harap pria yang berulang tahun pada 24 Oktober ini.

Saat ini, Andrea mengaku sedang mempersiapkan proses pembuatan film bagi novelnya yang lain. Film itu akan digarap oleh Miles Film lagi, dan sebagaimana dalam film Laskar Pelangi, Andrea juga terlibat dalam supervisi skenario yang akan digunakan. Andrea telah menghasilan 3 novel dari rencana rangkaian 4 novel (tetralogi). Ketiga novel tersebut adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor. Novel keempatnya Maryamah Karpov dikabarkan akan segera terbit dalam waktu dekat ini. *

Tidak ada komentar: