Selasa, 24 Februari 2009

MUSEUM TSUNAMI ACEH DIRESMIKAN

BADAN Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nanggroe Aceh Darussalam-Nias menyerahkan aset senilai Rp89 miliar kepada Pemerintah Aceh, Sabtu (21/2) sore. Di antara aset yang diserahkan terdapat Museum Tsunami dan Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana. Diharapkan kedua gedung itu menjadi monumen bahwa Aceh pernah dilanda tsunami pada 2004.
Aset-aset yang dibangun BRR tersebut diserahterimakan oleh Kepala BRR Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di aula Kantor Gubernur Aceh. Aset-aset yang diserahkan itu berupa gedung Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana senilai Rp11 miliar, Museum Tsunami (Rp 66 miliar), gedung batik (Rp2 miliar), dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Rp9 miliar).
Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana di Ulee Lheue akan menjadi pusat pembelajaran tsunami dan bencana di Aceh. Bahkan, Pusat Riset ini akan terkoneksi langsung dengan Pusat Tsunami di Hawai dan Jepang. Diharapkan, dengan adanya Pusat Riset Tsunami ini, masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia bisa tanggap terhadap bencana dan mempunyai pengetahuan yang memadai terhadap tsunami.
Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (Tsunami and Disaster Mitigation Research Centre/TDMRC) ini dikelola oleh Universitas Syiah Kuala. Pusat Riset Tsunami berfungsi sebagai pusat penyediaan data, informasi, riset, pelatihan, konsultasi dan segala aspek kebencanaan. Lembaga riset yang berada di bawah Universitas Syiah Kuala ini dibangun BRR atas prakarsa Pemerintah Aceh dan dirancang khusus sebagai pusat pendidikan manajemen bencana bertaraf internasional. Selain itu, lantai atas gedung Pusat Riset Tsunami ini juga berfungsi sebagai gedung penyelamatan.
Selain membangun Pusat Riset Tsunami, BRR juga membangun Museum Tsunami di kawasan Blang Padang Banda Aceh. “Museum Tsunami akan menjadi landmark bagi Aceh untuk memperingati dan mengenang bencana tsunami,” kata Kuntoro saat penyerahan asset. Ditambahkan, BRR membangun museum ini sebagai monumen tsunami.
Museum Tsunami dibangun dengan konsep “Rumoh Aceh as Escape Hill”. Museum ini akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin (23/2). Selain sebagai museum, bangunan ini juga berfungsi sebagai gedung penyelamatan di lantai atas. Museum didesain oleh M. Insan Kamil, dosen arsitektur dari Institut Teknologi Bandung. Gedung berlantai tiga ini dibangun di atas tanah seluas 10.000 meter persegi.

Tidak ada komentar: